Gelar Diskusi di Kota Batu, Rifkiyadi Inisiasi Gerakan Brantas Nusantara demi Selamatkan Masa Depan Remaja



Pcipnuippnusampang_ Masalah sosial yang kian marak mengancam generasi muda memicu lahirnya sebuah gerakan kepedulian baru. Bertempat di Kota Batu, Jawa Timur, sebuah forum diskusi intensif digelar selama dua hari, yakni pada Sabtu dan Minggu, 6–7 Juni 2026. Diskusi ini menjadi tonggak awal dicetuskannya Gerakan Brantas Nusantara (GBN), sebuah inisiatif yang dirancang khusus untuk merangkul dan membentengi para remaja Indonesia.

Gerakan ini diinisiasi oleh Rifkiyadi bersama beberapa tokoh pemuda lain yang turut andil dalam menentukan arah gerak serta visi strategis organisasi ke depan. Fokus utama dari gerakan ini sengaja diarahkan bagi kelompok remaja secara luas—bukan terbatas pada status pelajar saja—mengingat kerentanan usia remaja terhadap berbagai tantangan zaman di era digital saat ini.

Dalam sambutannya, sang inisiator, Rifkiyadi, menekankan pentingnya sinergi bersama untuk menyelamatkan masa depan generasi muda dari berbagai ancaman nyata. Berdasarkan materi yang dipublikasikan, Gerakan Brantas Nusantara berkomitmen penuh untuk mengawal tiga isu krusial:

1. Tolak Narkoba: Menggalakkan program pencegahan secara masif serta menyediakan jaringan konseling.

2. Berantas Judi Online: Memberikan literasi finansial kepada remaja dan menghadirkan layanan virtual clinic guna memutus rantai ketergantungan judi digital (slot).

3. Lawan Radikalisme: Memperkuat benteng Pancasila melalui dialog kebangsaan serta penanaman nilai moderasi beragama.

"Narkoba, judi online, dan radikalisme adalah penjajahan gaya baru yang merusak masa depan. Kita tidak bisa diam! Kita harus merapatkan barisan, bergerak bersama, dan menyalurkan akses pemulihan tanpa stigma bagi remaja yang membutuhkan," ujar Rifkiyadi dalam sesi diskusinya.

Melalui forum dua hari di Kota Batu ini, GBN tidak hanya merumuskan gagasan, tetapi juga menyusun langkah konkret untuk membuka akses bantuan yang aman dan rahasia bagi seluruh remaja di berbagai provinsi. Gerakan ini diharapkan mampu menjadi wadah pemulihan yang merangkul tanpa menghakimi demi menyongsong visi Indonesia Emas.

Penulis : Zeinal Abidin 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.